Monday, 11 May 2015

Niat Mulia Malah Dapat Celaka


Niat Mulia


Mudik dengan nawaitunya hendak bersilaturahmi dengan orangtua, sanak saudara dan handai taulan di kampung halaman adalah niat yg mulia. Oleh karenanya sudah semestinya persiapan mulai dari akan berangkat - di tengah perjalanan dan sesampainya di tempat tujuan tetaplah  kondisi kalbu yg tawadhlu harus selalu dijaga. Apalagi notabene selama melakukan perjalanan adalah masih dalam bulan puasa..! Pada umumnya para pemudik banyak yang mengharap datangnya lebaran bisa sampai di kampung halaman tetapi melewatkan hal sesungguhnya wajib, yaitu puasa ramadhan.

Mau lebarannya tapi puasa terlewatkan......! cobalah kita perhatikan kondisi di sepanjang perjalanan mudik hampir di arah tujuan manapun, mayoritas terlihat lebih banyak yang senang dengan perjalanan bermacet macet ria sambil ngemil kesani sini....ya itulah potret dinamika wajah yang Indonesia banget........?? Apakah betul demikian...????? Wallahualam Bisawab...........


Disisi jalan sementara itu ada beberapa tabrakan beruntun yang melibatkan para pengendara sepeda motor dan beberapa diantaranya meninggal dunia di tempat, ada yg luka parah dan yang lebih membuat kita merasa teriris pedih...ada pasangan suami istri yang anaknya masih kecil terlempar dari sepeda motor dan ya..ampun Allahu Akhbar...telah meninggal sia..sia di tengah jalan.

Kenapa kah semua ini harus terjadi...? Niat mulia ternyata malah menjadi petaka..! Siapakah yang salah...?  Perlukah lagi masih harus dipertanyakan pertanyaan seperti itu...? Kenapa kita kok bisa menjadi bangsa yang setengah sembrono kalu ga boleh dibilang brutal...ya brutal di jalanan...mengabaikan keselamatan sendiri silahkan saja...tapi kenapa harus mengabaikan keselamatan orang lain yg memang juga punya Hak untuk selamat..??????????????? Daftar pertanyaan semacam ini bisa berderet deret kalau mau diajukan..! Diajukan kepada siapa..??? Siapa yang akan menjawab...???? Siapa yg dianggab bersalah.........?? Dst............dst............

Inilah wajah negeri yang kaya raya namun kenapa perangai kita di jalan seperti hilang nilai jati diri bangsa yg santun....ampun  Ya Allah.............ampun........

Mungkinkah karena selama ini kesantunan telah dijadikan topeng untuk ber-retorika.......hingga efek psikologisnya membuat kecemburuan, kejengkelan di kalangan grass root.........yang manifestasinya tergambarkan pada perilaku di jalanan.......




No comments:

Post a Comment